
MARI BERSAMA, BERBAGI DAN PEDULI BAGI SESAMA




Sehari setelah meletusnya Gunung Merapi di Jateng-Jogjakarta, Tim dari KARINA Sragen meluncur ke Jogjakarta dengan membawa bantuan selimut dan perlengkapan yang dibutuhkan para pengungsi. Selanjutnya KARINA Sragen bergabung dengan KARINA KAS untuk bersama-sama membantu para pengunsgi korban letusan gunung Merapi tersebut.
Romo, Ibu, Bapak, dan kawan-kawan,
Berdasar informasi yang kami dapat, setelah erupsi Merapi, KARINA KAS (Karitas Indonesia Keuskupan Agung Semarang) mengidentifikasikan beberapa kebutuhan yang diperlukan oleh para pengungsi. Berikut daftarnya:
1.Tikar
2.Sarung
3.Tenda
4.Masker
5.Senter
6.Peralatan Dapur
7.Obat tetes mata
8.Obat batuk
9.Multivitamin
10.Air bersih
11.Makanan cepat saji/siap saji
12.Masker.
Secara terbatas, KARINA KAS sudah mendistribusikan
1.Air Bersih
2.Makanan instan
3.Masker
4.Obat nyamuk bakar
5.Minyak goreng
6.Susu
Tentunya masih banyak yang bisa kita lakukan.
Harapannya,kami dapat menolong 10000 survivors. Maka, apabila ada umat atau paroki yang tergerak untuk terlibat bersama kami, silakan mendonasikan bantuan ke:
1.Bank CIMB NIAGA cabang SUDIRMAN Yogyakarta
A.n Keuskupan Agung Semarang qq Gempa PGPM Kidul Loji
No rek 018-01-00505-00-1
2. Bank Mandiri cabang Semarang Pandanaran
A.n Keuskupan Agung Semarang.Karina Kas
No rek 135-00-4500045-0
3.Bank BCA KCU Semarang
A.n Keuskupan Agung Semarang qq Karina
No rek 009 509 3006
Keterlibatan sebagai relawan atau bantuan dalam bentuk barang dapat disampaikan ke:
KARINAKAS
Kompleks Realino
Jl. Affandi/Gejayan
Yogyakarta-55281
Kontak person:
Y. Baskoro 0813 2871 3052 (y.basskoro@gmail.com)
R. Anang S. 0812 2691 227 (rogatianusasetiyargo@gmail.com)
PS: silakan disebarluaskan berita ini supaya semakin banyak orang terlibat dan berbela rasa. Terima kasih.
Salam,
Albert Deby
Communication Officer
Karitas Indonesia Keuskupan Agung Semarang
0812 2949 8881

MENGAPA TERJADI BANJIR
1. Makin berkurangnya daerah resapan air. Karena : pengaspalan jalan/ betonisasi, pemukiman, pembangunan Mall, Apartemen dan gedung-gedung bertingkat lainnya.
2. Penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan fungsi dan peruntukannya.
3. Penggundulan hutan di daerah hulu.
4. Pembuangan sampah sembarangan.
5. Pendangkalan Daerah Aliran Sungai.
STATUS SIAGA BANJIR
Penentuan siaga banjir tergantung dari hasil pemantauan petugas di lapangan terkait dengan jumlah intensitas air hujan yang turun serta terjadinya peningkatan jumlah debit air di masing-masing pintu air yang ada. Ada empat tingkatan siaga banjir : siaga IV, siaga III, siaga II, dan siaga I.
Siaga IV
Bila kondisi air masih dalam keadaan normal, artinya tidak ada peningkatan jumlah debit air secara mencolok.
Siaga III
Hujan yang terjadi menyebabkan terjadinya genangan air di lokasi-lokasi tertentu tetapi kondisinya masih belum kritis dan membahayakan. Meski demikian bila status siaga III sudah ditetapkan, masyarakat sebaiknya mulai berhati-hati dan mempersiapkan segala sesuatunya dari berbagai kemungkinan bencana banjir. Siaga III, penanganannya diserahkan pada masing-masing suku dinas pembinaan mental dan kesejahteraan sosial (Bintal Kesos) di masing-masing wilayah.
Siaga II
Bila wilayah genangan air mulai meluas, maka akan ditetapkan Siaga II, penanggungjawab untuk siaga II ini adalah Ketua Harian Satkorlak Penanggulangan Bencana Provinsi (PBP) yaitu Sekretaris Daerah.
Siaga I
Bila dalam enam jam genangan air tersebut tidak surut dan kritis maka ditetapkan Siaga I. Penanggung jawab penanganan status siaga I langsung ditangan Gubernur.
PERINGATAN BAHAYA BANJIR
Peringatan bahaya banjir bisa disampaikan melalui berbagai cara dengan memanfaatkan media yang ada :
1. Memukul Kentongan
2. Membunyikan Lonceng
3. Pemberitahuan Dengan Pengeras Suara Melalui Masjid/Mushola Atau Balai Desa
4. Membunyikan Sirine Siaran melalui radio/televisi
BAGAIMANA BERSIAP MENGHADAPI BANJIR
1. Mengetahui dan mengenali lingkungan tempat tinggal
2. Mengetahui dan mengenali kapan banjir biasanya terjadi
3. Mengetahui arti masing-masing status bahaya banjir (siaga I-IV) dan tahu apa yang harus dilakukan
4. Sediakan kotak P3K
5. Menyediakan pelampung sederhana dengan memanfaatkan ban-ban bekas
6. Membuat perahu/sampan sederhana
TINDAKAN YANG DILAKUKAN BILA TERJADI BANJIR
1. Selamatkan barang-barang/benda berharga ke tempat aman
2. Evakuasi penduduk ket tempat bebas banjir
3. Segera padamkan aliran listrik di rumah
4. Matikan kompor yang masih menyala
5. Lalukan koordinasi dengan sesama anggota masyarakat
6. Menghubungi pihak-pihak berwenang untuk menanggulangi bahaya banjir
MENGAMANKAN LINGKUNGAN
Lakukan pengamanan swadaya dengan melibatkan anggota masyarakat di lingkungan/lokasi banjir. Pengamanan lingkungan perlu dilakukan karena tidak jarang dalam situasi banjir ada orang-orang yang ingin memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan; mengambil barang-barang yang ditinggal para penghuninya. Karena itu lakukan patroli secara bergantian, terutama bila; rumah-rumah sudah ditinggal; ke lokasi pengungsian.
MEWASPADAI PENYAKIT SETELAH BANJIR
Genangan air berhari-hari menjadi sumber berjangkitnya berbagai penyakit. Diare, demam berdarah, penyakit kulit/gatal-gatal, penyakit mata dan penyakit Leptosperosis adalah beberapa jenis penyakit yang serangkali muncul sebagai dampak ikutan akibat terjadinya banjir.
BILA BANJIR TELAH SURUT, TINDAKAN YANG HARUS DILAKUKAN ADALAH
1. Pencarian dan penyelamatan korban, pemberian bantuan medis
2. Penilaian situasi
3. Penyediaan pangan dan air bersih sementara
4. Pemantauan endemi
5. Penyediaan tempat tinggal/penampungan sementara bagi para korban
6. Bentuk posko koordinasi dan komunikasi
Pesan Layanan Masyarakat ini disampaikan oleh :
KARINA KAS (Karitas Indonesia Keuskupan Agung Semarang)
KARINA Posko Paroki Sragen


Tenggak, Sragen – Jumat malam (30/1) sekitar pukul 23.00 WIB, banjir melanda beberapa wilayah di Kabupaten Sragen. KARINA KAS Posko Paroki Sragen. Sabtu pagi (31/1) membuka Posko di Tenggak dan mengirimkan Tim Penyelamat (Rescue) menuju lokasi di Posko Tenggak untuk melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir di daerah Desa Gawan – Tenggak Kecamatan Tanon Sragen. Sebelumnya Posko Paroki Sragen kedatangan 5 personil Tim KARINA KAS Pusat yang membawa 2 buah perahu karet beserta perlengkapannya.
Tim KARINA KAS bersama Tim SAR TAGANA dan TIM SAR HIMALAWU Sragen Sabtu (31/1) dari pagi hingga sore, menyusuri rumah-rumah warga yang terkena banjir dan bahu-membahu menolong dan mengevakuasi warga yang terjebak banjir dan kemudian ditampung di Posko Tenggak. Banyak juga menolong warga yang hanyut terbawa arus banjir, yang paling sering terjadi adalah banyaknya warga yang meski sudah diingatkan tetapi nekat memaksakan diri membawa motor menerobos arus air deras yang merendam jalan raya setinggi lutut orang dewasa, namun akhirnya tak kuasa menahan derasnya laju air yang lewat dan nyaris hanyut terbawa arus.
Proses evakuasi korban banjir selain menggunakan 2 buah perahu karet dari KARINA KAS, juga menggunakan 3 buah perahu drum yang kemarin baru saja disumbangkan KARINA kepada Desa Tenggak, Sribit dan Pandak sehingga proses evakuasi benar-benar bisa lebih menjangkau banyak warga yang terjebak banjir. Perahu sumbangan tersebut benar-benar dimanfaatkan dan sangat membantu proses evakuasi tersebut.
Daerah yang terkena banjir meliputi Desa Tenggak: Dusun Nyawak, Nglombo, Dukuh, Cabean, Metep, Ngagel dengan jumlah pengungsi sekitar ± 900 orang, sedangkan Desa Pandak : ± 800 orang, Desa Sribit ± 800 orang. Desa Gawan (meliputi Dusun Ngamban dan Ngipang) ± 150 orang.
Kerugian material belum bisa diketahui pasti, yang jelas ratusan hektar sawah terendam air, begitu juga rumah-rumah warga yang terendam air mencapai 1 ½ meter, bahkan ada yang lebih. Jalan raya yang menghubungkan Sragen menuju Tanon terendam air dengan arus yang sangat deras setinggi lutut orang dewasa dan sangat sulit dilewati oleh kendaraan, apalagi kendaraan motor roda dua.
Di DesaTangkil, jumlah pengungsi yang ditampung di Balai Desa Tangkil ± 200 orang, Desa Kedungupit pengungsi ditampung di 4 lokasi, yakni: Balai Desa: ± 250 orang; Karang Bale ± 75 orang; Gempol Sari ± 300 orang; Gonggong :± 150 orang.
Selain membuka posko dan mengevakuasi warga yang terjebak banjir, KARINA Posko Sragen juga membuka dapur umum di Taman Asri yang membuat nasi bungkus sebanyak ± 1025 bungkus yang kemudian dikirimkan untuk para pengungsi di Posko Gawan, Posko Tenggak, Posko Tangkil dan Kedungupit.(dn)

Gawan (LENTERA) - KARINA KAS Posko Sragen bekerjasama PMI Cabang Sragen dan perangkat desa setempat, Senin (26/1) mengadakan Pelatihan bersama penanggulangan bersama di Sungai Bengawan Solo. Pelatihan ini diikuti ± 75 orang yang terdiri para Perangkat Kelurahan Tenggak, Kelurahan Sribit dan Kelurahan Pandak. Tiap Kelurahan mengirimkan 10 orang.. Dari Tim KARINA Posko Sragen sendiri hadir 20 orang. Pelatihan yang dilaksanakan meliputi 2 kegiatan, yakni : Pelatihan Evakuasi air dan Pelatihan Evakuasi darat.
Pelatihan Evakuasi air meliputi penanggulangan bencana banjir, mulai dari bagaimana cara mengevakuasi korban, mengkoordinir dan menaikkan korban ke perahu dalam keadaan darurat hingga latihan mengemudikan perahu dengan dengan dayung..
Sedangkan Pelatihan Evakuasi Darat meliputi bagaimana memberikan pertolongan pertama, pernapasan buatan, perawatan luka fisik dengan P3K. Bagaimana cara membawa korban korban dengan tandu. Pembentukan dapur umum hingga pembuatan peta jalur evakuasi..
Pelatihan ini dipandu oleh Tim PMI Cabang Sragen dan KARINA Posko Sragen. Para rukun dan senang sekali ada perhatian dari pihak KARINA dan PMI, dengan adanya pelatihan ini merasa lebih siap untuk mengantisipasi dan menghadapi bencana banjir. Banyak hal yang didapat mengenal cara-cara penanggulangan bencana ini.
Pada kegiatan ini juga diserahkan 3 buah perahu sumbangan KARINA kepada Kelurahan Tenggak, Kelurahan Sribit dan Kelurahan Pandak. Bersama dengan perahu motor dari PMI Sragen mereka mulai berjalan menyusuri Sungai Bengawan Solo mulai Jembatan Gawan dengan radius sekitar 1 Km ke arah selatan.
Kepala Desa yakni Lurah Tenggak, Lurah Pandak dan Lurah Sribit mengucapkan terima kasih atas diadakan pelatihan ini dan juga bantuan perahu yang diberikan oleh KARINA. (dn)