Monday, January 19, 2009

PERTEMUAN KARINA POSKO SRAGEN DENGAN KARINA KAS & KARINA KWI DI REALINO, YOGYAKARTA








Tim KARINA KAS: Romo Agung, Mb. Citra, Mas Anton, Mas Bayu

Tim KARINA KWI: Mas Ari ( Koordinator Devisi Emergency & Reconstruction KWI)

Tim KARINA Sragen: Mas Putut, Mb. Rosa, Yanti, Mas Eko, Mas Budi

 

Tim KARINA Posko Sragen, Jumat (19/12) berkunjung ke Kantor KARINA KAS di Realino, Yogyakarta untuk mengadakan pertemuan dengan KARINA KAS dan KARINA KWI dengan agenda : memonitoring untuk keuangan, Progress & program yang telah terlaksana dan follow up dari kegiatan yang telah terlaksana.

 

Berikut materi yang dibahas dalam pertemuan tersebut:

·         Penguatan kapasitas yang ada dari tim menyangkut dengan warga antara lain adalah tentang sosial pendidikan dan sosialisasi.

·         Program yang telah dilakukan oleh tim dari KARINA Posko Sragen adalah  koordinasi dengan tim dari waduk gajah mungkur yang bila ada kabar naiknya debit air di atas normal akan segera berkoordinasi karena dalam waktu 12 jam akan ada evakuasi sebelum terjadinya banjir...

·         Bukan masalah banjirnya tetapi masalah kesadarannya dalam menghadapi banjir...biarlah banjir tapi yo njuk jangan njakgakke terus tow...

·         Alat-alat evakuasi yang memang sudah ada antara lain dirigen, bambu, tong, pohon pisang

·         ketakutan dengan adanya domplengan dari pihak-pihak yang ingin berpolitik/pemilu

·         bagaimana kita bisa mengajak warga? Ya karena kita selalu transparant dalam segala penyampaian dan kita juga mengundang perangkat desa dan key person untuk saling berkoordinasi tentang tanggap bencana.

·         Pendistribusian bantuan jika terjadi bencana banjir: Masyarakat dan pemerintah bergabung dan bekerjasama untuk pemenuhan kebutuhan bagi para korban banjir.

 

Bagaimanakah cara kita masuk ke dalam masyarakat dalam memberikan bantuan bagi korban bencana alam :

1.      Melobi perangkat desa

2.      Sosialisasi agar tidak ada tanggapan kalo ada kristenisasi

 

Hal-hal yang ditawarkan oleh KARINA, ya...walaupun baru sekedar usulan...           :

1.      Rumah Panggung, contohin satu dulu aja...budaya orang indonesia, selalu mencontoh yang baik

2.      Menjadikan sungai sebagai sahabat dengan menjaga kebersihan lingkungan

3.      Habit yang bagus saling membantu dan tolong-menolong.

4.      Pengadaan bantuan air bersih saat terjadi banjir bagi korban banjir

 

Kenapa dipilih Tenggak sebagai Posko daerah?

1.      Karakteristik dari masyarakatnya lebih maju

2.      Akses nya juga lebih cepat karena posisinya dekat dengan jalan raya

 Kenapa yang lain melorot kinerjanya :

1.      Ada ketakutan karena minoritas

2.      Kurang koordinasi dengan perangkat desa

 Nah...kenapa kita tidak mengajak dari posko tenggak untuk bersama-sama saling belajar untuk menguatkan posko yang lain? Karena kita kan butuh bukti...bukan sekedar sosialisasi tow...?

 Apakah yang akan kita lakukan sampai dengan bulan Feb’09?

Memaksimalkan posko- posko daerah sampai mampu berdiri dan mandiri serta diakui oleh desa setempat dalam menangani musibah bantuan bencana alam.

 

Agenda Pertengahan Januari 2009

Pelatihan managerial, sosialisasi, dan administrasi → pelatihan akan dipandu oleh tim dari KWI dan akan bersama belajar dengan Tim KARINA Keuskupan Surabaya untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan juga untuk untuk menjaga spirit of voulentees. Integrasi respon,ada pendampingan setelah bencana. Aktifitasnya tidak seluruh posko tetapi hanya fokus pada beberapa posko aktif saja .